Home
  Sambutan
  Sejarah
  Profil
  Pemahaman Iman
  Laporan Dana
  Contact Us
 
   
 
 
 
 
 
 
Penjelasan Pemahaman Iman
>> Keselamatan
>> Gereja
>> Manusia
>> Alam dan Sumber Daya
>> Negara dan Bangsa
>> Masa Depan
>> Firman Allah
 
 
     
 

PENJELASAN – PENJELASAN

TENTANG

PEMAHAMAN IMAN

 
     
 

VI

MASA DEPAN

     
 
 
ALENIA I
Bahwa Allah dalam karya penyelamatan dan penciptaanNya menghantar orang percaya dari satu titik sejarah ke titik sejarah yang baru sehingga masa depan senantiasa tercakup dalam apa yang dibuatnya pada masa kini dan masa lalu 1) .

 

vi.1.1 MASADEPAN SENANTIASA TERCAKUP DALAM APA YANG DIBUATNYA PADA MASAKINI DAN MASA LALU

A. ETIMOLOGY

Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan : MASA DEPAN terkait erat dengan WAKTU YANG AKAN DATANG .

MASA DEPAN dlam pengertian bahasa berkaitan erat dengan waktu. Ia menunjuk pada rentang waktu yang akan terjadi atau akan dimasuki, contohnya : ruang-waktu (space-time) di mana peristiwa-peristiwa akan terjadi. MASA DEPAN itu dapat direfleksikan (baca: dianntisipasi) melalui fenomena sosial yang sekarang sedang terjadi, dan yang esok menjadi realitas. Dalam refleksi itu orang menganalisa perubahan dari sumber-sumber yang menggerakan perubahan, pola dan bentuk perubahan, sebab akibat perubahan, stabilitas dari gerakan perubahan untuk mengembangkan antisipasi dan menggambarkan alternatif-alternatif yang dipilih untuk menciptakan MASA DEPAN . Subjek dan metode dari analisa tentang perubahan menuju REALITAS MASA DEPAN itu : kemungkinan-kemungkinan (besar-kecil) dan keinginan-keinginan yang bervariasi maupun altenatif yang dapat ditransformasikan dari kekinian (pengalaman MASA KINI ), baik secara sosiologis maupun alami, menuju perspektif MASA DEPAN yang lebih sempurna dan baik. Untuk mencapai MASA-DEPAN yang sempurna dan baik itu, manusia perlu menganalisa sikon MASA KINI , menyusun perencanaan dan mencari merode (strategi – taktis) untuk mencapai tujuannya. Manusia harus memiliki visi dan merencanakan misi untuk apa yang akan dicapainya di MASA DEPAN .

B. MASA DEPAN DAN HARAPAN

Kitab Suci (Alkitab) memberikan kesaksian, bahwa sejak manusia jatuh ke dalam dosa, dia tidak dapat mencapai MASA DEPAN yang dicita-citakan. TUHAN Allah sendirilah yang menciptakan MASA DEPAN itu.

MASADEPAN DALAM TERANG KARYA PENYELAMAT-AN ALLAH

1. SEJARAH KESELAMATAN

Penciptaan MASA DEPAN oleh TUHAN Allah telah dimulai, ketika Dia menata dan menertibkan “kekacauan” {(Kej. 1:12) Ibr. tohu wawohu ; Yun. chaos } melalui FIRMAN ( YESUS KRISTUS ) dan KUASA -Nya ( ROH ALLAH ).

MASA DEPAN itu tampak jelas, ketika Allah memanggil Abraham keluar dari persekutuannya dengan tanah kelahiran, kaum keluarga dan masyarakat dimana ia dilahirkan. TUHAN Allah mengikat PERJANJIAN KASIH KARUNIA dengan Abraham untuk memberikan MASA DEPAN BARU kepadanya (Kej. 12:1-3). Dengan demikian MASA-DEPAN dan seluruh kerjadian (peristiwa) yang terjadi di dalam kehidupan Abraham adalah tindak-an Allah yang menyelamatkannya. PERJANJIAN dengan Abraham itu juga mengikut sertakan keturunan Abraham secara jasmaniah, yakni: Umat Israel di dalam Perjanjian lama dan Gereja di dalam Perjanjian Baru serta seluruh alam semesta dan bangsa-bangsa. Akan tetapi oleh karena pemberontakan Israel melawan kedaulatan Allah, maka MASA DEPAN yang dijanjikan itu menjadi misteri yang tertutup dan tidak dapat ditangkap oleh mata rohani.

Bagi Israel, MASA DEPAN yang dijanjikan Allah semakin tidak jelas, ketika mereka mengalami penghukuman Allah di Babel. Tetapi berdasarkan kasih setia dan kesetiaan-Nya TUHAN Allah mengampuni dan memulihkan , membaharui dan menciptakan MASADEPAN BARU bagi umat-Nya melalui kepimpinan Koresh, Raja Persia (Yes. 65:17; 66:22).

2. MASA DEPAN DAN KARYA KRISTUS

Di dalam Kristus Yesus Allah kembali menciptakan MASA DEPAN , bukan hanya bagi umat Israel tetapi juga kepada seluruh bangsa di dunia. Karya Kristus Yesus sejak kelahiran sampai kepada kenaikan-Nya ke Surga menunjuk pada MASA DEPAN yang telah tercakup di dalamnya. MASA DEPAN BARU itu hanya dapat dinikmati dalam relasi cinta dengan Allah.

3. MASA DEPAN DAN KARYA ROH KUDUS

Pencurahan Rohkudus juga menunjukkan kemauan untuk tetap menjadi PEMIMPIN manusia dan ciptaan lainnya memasuki MASA DEPAN.

4. GEREJA DAN MASA DEPAN

Gereja adalah karya Allah yang dianugerahkan ke atas kehidupan manusia. Gereja yang dimaksudkan adalah persekutuan orang-orang percaya yang hadir di segala waktu dan tempat untuk mengerjakan pekerjaan Allah dan menyatakan tanda-tanda kehadiran Kerajaan Allah.

Secara umum (universal) Allah menganugerah-kan PERJANJIAN yang terbuka ke MASA-DEPAN bagi manusia dan alam semesta. Akan tetapi secara khusus (partikularis) MASA-DEPAN itu dikaruniakan Allah kepada orang-orang percaya di dalam persekutuan dengan Kristus ( Gereja Yang Tidak Kelihatan ). Dan, karena itu, Gereja selalu harus memperlihatkan tanda-tanda Pemerintahan Kristus ( Kristokrasi = Teokrasi ) di dalam kehidupan Gereja yang melembaga lembagaan ( Gereja yang kelihatan ). Hanya dalam tuntunan Rohkudus Gereja akan mampu “ memimpin ” manusia di dalam masyarakat ke MASA DEPAN yang dijanjikan Allah di dalam iman kepada Kristus Yesus.

Hal itu hanya terwujud jika Gereja setia dan taat memberlakukan apa yang sudah dikerjakan Kristus Yesus (Yoh.9:4). Dalam hal itu pula manusia dapat menyaksikan, bahwa Allah masih bekerja menciptakan MASA DEPAN sampai hari ini (Yoh. 5:17), dan bahwa Doa Yesus Kristus (Yoh. 17), selaku Imam Besar Agung, sudah dan sedang dilakukan oleh umat-Nya.

 
 
 
ALENIA II
Bahwa kedatangan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat ke dalam dunia mem-berikan jaminan dan harapan yang pasti bagi orang yang percaya .

 

VI.2.1. YESUS KRISTUS SELAKU TUHAN

(Lihat penjelasan dalam Alenia 1 pada pokok PEMAHAMAN IMAN tentang KESELAMATAN)

VI.2.2. HARAPAN YANG PASTI

A. KARYA KRISTUS : DASAR PENGHARAPAN KRISTEN

Dalam perjalanan pelayanan dan kesaksiannya Gereja percaya akan PENGHARAPAN yang diberikan dan dijaminkan Allah di dalam dan melalui karya Kristus Yesus. Melalui KEMATIAN Gereja merayakan keme-nangan Kristus atas maut, dan dalam KEBANGKITAN -Nya Gereja merayakan kebaikan Allah yang menga-runiakan kehidupan kekal, “pada waktu itu” sampai hari Kristus menyempurnakannya saat kedatangan-Nya kembali.

B. PENGHARAPAN DALAM KEDATANGAN KRISTUS

Sekalipun mengalami tantangan, hambatan dan ancaman yang dapat mematikan pertumbuhan dan pembangunannya Gereja percaya penuh, bahwa karya Ibadah pasti disempurnakan TUHAN Allah pada hari kedatangan Kristus Yesus. Janji Kristus Yesus itulah yang mengarahkan dan menerangi perjalanan Gereja ke MASADEPAN. Sebab tujuan akhir dari setiap orang percaya yang bersekutu dengan Kristus Yesus dan yang dipimpin oleh Rohkudus adalah pengangkatan sebagai anak-anak Allah pada saat kedatangan-Nya. Dalam perjalanan menuju MASADEPAN BARU yang datang bersama Kristus yesus pada akhir zaman, Gereja merayakan berulang-ulang dan terus menerus KELAHIRAN, KEMATIAN, KEBANGKITAN dan KE-NAIKAN Kristus, Tuhan dan Kepala Gereja.

C. PENGHARAPAN DALAM PERAYAAN GEREJA

PENGHARAPAN tersebut sangat jelas dalam semua bentuk LITURGI GEREJA berdasarkan kesaksian Kitab Suci. LITURGI GEREJA adalah ungkapan syukur dari persekutuan orang percaya kepada Allah yang mengerjakan keselamatan dan yang menciptakan HARAPAN akan MASADEPAN di dalam Kristus Yesus.

 
 
 
ALENIA III
Bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan 1) yang menjadi pusat ibadah 2) dan harapan 3) manusia dari zaman ke zaman dan Dia juga harapan mahluk lainnya , 4) karena Dia-lah yang akan mendatangkan langit baru dan bumi baru 5) dimana derita dan maut tidak akan ada lagi tanpa Dia dunia tidak memiliki pengharapan 6) .

 

VI.3.1. YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN

Lihat penjelasan pada pokok Pemahaman Iman tentang KESELAMATAN

VI.3.2. YESUS KRISTUS PUSAT IBADAH

Ibadah yang benar, yang kudus dan yang berkenan di hati Allah telah dituntaskan secara semurna dan utuh di dalam pekerjaan Kristus Yesus. Apa yang Ibadah di dalam Perjanjian Lama yang dilaksanakan Imam Besar di Baith Allah telah disempurnakan-Nya. Kristus bukan hanya menjadi Imam Besar Agung (Ibr. 9:1128) dan Perantara manusia dengan Allah (Ibr. 7:23; 9:15) , tetapi Dia “ dikorbankan ” dan membiarkan diri-Nya “ menjadi korban ” pendamaian antara Allah dan manusia. Oleh karena itu, tidak ada seorangpun di bumi yang dapat berdiri di antara Allah dan manusia; dan tidak ada seorang Imam Besar pun yang berkenan kepada Allah selain Kristus Yesus. Di dalam Dia-lah Allah menggenapi dan menyempurnakan perjanjian yang diikatkan-Nya dengan Abraham. Dia adalah jaminan dari suatu Perjanjian yang lebih kokoh (Ibr. 7:22). Dia-lah qiblat baru dari seluruh penyembahan dalam perayaan Liturgi Gereja.

VI.3.3. YESUS KRISTUS PUSAT HARAPAN

Karena Kristus Yesus telah menggenapi dan menyempurnakan apa yang selama ini tidak dapat dipenuhi Israel, dan karena Diia adalah penggenapan janji Allah kepada Abraham, maka Dia juga adalah PUSAT PENGHARAPAN bagi seluruh makhluk ciptaan Allah ( Selanjutnya lihat penjelasan Alenia 2 ).

VI.3.4. YESUS KRISTUS HARAPAN MAKLUK LAIN

Lihat penjelasan sebelumnya .

VI.3.5. LANGIT BARU DAN BUMI BARU

Langit baru dan bumi baru (Why.21 : 5) adalah ciptaan Allah di dalam dan melalui pekerjaan Kristus Yesus (II Kor. 5 : 17; bd. Yes. 65:17). Langit baru dan bumi baru itu pekerjaan Allah (Yes. 41 : 20B – ab; 45:7c,8C-b) merupakan “ sesuatu yang berbeda dari pada yang sudah diciptakan sebelumnya ”. Hal itu dinyatakan Yesaya (65:17) sebagai berikut :

NASKAH :

“ Hal-hal yang dahulu terjadi tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi di dalam hati”.

Dan berdasarkan pekerjaan Allah yang diberlakukan Kristus Yesus, Paulus menuliskan ( II Kor. 5 : 17) :

NASKAH :

“.... yang lama sudah berlalu, sesungguhnya, yang baru sudah datang .”

Kedua pernyataan itu menunjuk bukan pada “perubahan” dari apa yang sudah ada sebelumnya, melainkan “ sesuatu yang belum pernah ada dan belum diketahui (Yes.48:7-8) dan terlaksana sebelumnya ” (Yes.46:10).

VI.3.6. TANPA YESUS KRISTUS DUNIA TIDAK MEMILIKI HARAPAN

 
 
 
ALENIA IV
Bahwa kebangkitan Yesus Kristus 1) maka orang percaya akan dibangkitkan dari kematian 2) dan dikumpulkan bersama–sama Dia 3) dalam keadaan yang Mulia 4). Oleh sebab itu maut bukanlah kata akhir dalam segala sesuatu melainkan hidup dalam kuasa kasih Yesus 5) .

 

VI.4.1. KEBANGKITAN YESUS KRISTUS

Kebangkitan Kristus Yesus mengandung banyak makna :

KEBANGKITAN memperlihatkan KUASA TUHAN Allah yang mengatasi dan menaklukkan kuasa maut (...........).

KEBANGKITAN menunjuk pada kuasa TUHAN Allah yang MENGHIDUPKAN manusia (..............)

Peristiwa KEBANGKITAN dipakai untuk menjelas-kan pemahaman Jemaat mula-mula tentang pekerjaan TUHAN Allah yang membuka MASA-DEPAN BARU bagi manusia dan ciptaan lainnya.

VI.4.2. ORANG PERCAYA AKAN DIBANGKITKAN DARI KEMATIAN

Dalam kehidupan alamiah manusia dapat mati, karena KEMATIAN itu suatu keadaan yang bersifat alamiah. KEMATIAN merupakan keterbatasan yang melekat pada manusia. Ia, KEMATIAN, melekat erat dengan kodrat alami (keberadaan eksistensial – I Kor 15: 48 ) seperti itu. Sama seperti Adam, manusia pertama, tidak dapat menghindari kematian; demi-kianlah seluruh keturunan Adam secara jasmaniah mengalami penderitaan yang sama ( I Kor. 15:22 ).

KEMATIAN YANG BERSIFAT ALAMIAH itu digunakan sebagai lambang yang memaknai ketidak mampuan dan ketidak berdayaan eksistensial manusia. Oleh penulis-penulis dalam Kitab Suci, KEMATIAN dipakai untuk melukiskan ’suatu keadaan di mana manusia kehilangan kehidupan yang dianugerahkan Allah ’. Dalam kondisi demikian penulis-penulis Kitab Suci, secara teologis, menghubungkan KEMATIAN dengan kekuatan kuasa MAUT. Artinya, dalam dunia KEMATIAN kekuatan KUASA KEGELAPAN (MAUT) bekerja dan berkuasa, sehingga manusia tidak mampu dan tidak berdaya mengeluarkan dirinya. Di situlah Paulus menuliskan :

NASKAH

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” ( Rom. 6:23).

Melalui pernyataan itu Paulus menegaskan, bahwa pemberontakan dan penolakan manusia terhadap kedaulatan dan kasih-sayang Allah telah menempat-kan dirinya di dalam kondisi ber- DOSA . Kejatuhan manusia ke dalam DOSA telah mengakibatkan ia berada di bawah kuasa MAUT. Di sana manusia tidak melihat jalan keluar atas seluruh permasalahan hidup yang dihadapinya, termasuk kematian. Hanya oleh ” kasih karunia Allah ” yang hadir melalui pekerjaan Kristus Yesus, manusia dapat menerima kembali kehidupan kekal.

Akan tetapi sebagai orang percaya, ia memiliki akar PENGHARAPAN yang kokoh dalam karya Kristus. Orang percaya memiliki keyakinan kuat, bahwa sama seperti TUHAN Allah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati ( I Kor. 15:20 ), demikian pula Dia akan melakukan hal sama ke atas kehidupan orang percaya.

KEMATIAN dan KEBANGKITAN Kristus Yesus men-jadi dasar kuat mengaitkan jangkar PENGHARAPAN Kristen. Sebab oleh Dia, Kristus Yesus, Allah menghidupkan orang yang percaya kepada-Nya ( I Kor. 15:45; bd. Yeh. Yeh.37:5 ).

KEMATIAN DAN KEBANGKITAN DALAM LITURGI

KEMATIAN – KEBANGKITAN Kristus Yesus adalah perker-jaan Allah. Oleh dan melaluinya Allah menganugerahkan kehidupan kekal. Itulah yang Jemaat rayakan berulang-ulang dalam PERAYAAN LITURGI GEREJA yang disebut : SAKRAMEN BAPTISAN dan PERJAMUAN . Keduanya adalah ” tanda ” yang menunjuk pada dan ” lambang ” memaknai pekerjaan selamat yang dianugerahkan Allah ke atas kehidupan manusia dan seluruh ciptaan-Nya.

KEMATIAN – KEBANGKITAN memaknai :

  • KUASA – KASIH Allah ke atas seluruh ciptaan-Nya ( Rom.8:35, 38-39 ).
  • KEMENANGAN TUHAN atas kuasa maut. Kuasa maut (kuasa kegelapan) telah ditaklukan Allah ( .
  • MASADEPAN BARU yang dikerjakan TUHAN.
  • PEMBAHARUAN dan PEMULIHAN yang dilaku-kan Allah ke atas kehidupan seluruh ciptaan-Nya, sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya sejak ”dari semula” ( Rom.8:29 ).
  • PENGHARAPAN akan KEBANGKITAN orang-orang percaya yang telah meninggal sebelum kedatangan Kristus Yesus ( Rom. 7:11; 8:24a ).
  • Menunjuk pada makna PEMBEBASAN, PEMER-DEKAAN (Rom. 8:21), PELEPASAN, PENEBUSAN Allah atas kehidupan ciptaan-Nya

VI.4.3. DIKUMPULKAN BERSAMA-SAMA DIA

VI.4.4. KEADAAN YANG MULIA

VI.4.5. HIDUP DALAM KUASA KASIH YESUS

 
 
 
ALENIA V
Bahwa Roh Kudus adalah roh pengharapan, akan menolong orang percaya untuk tetap berpaut pada kasih Kristus dan tidak ada suatu kuasa apapun yang dapat memisahkan orang percaya dari kasih Kristus 1). Apa yang dijanjikan kepada orang percaya untuk masa depan sudah mulai dialami pada masa kini 2) , oleh karena sekarangpun orang percaya sudah hidup di dalam pengharapan 3) .

 

VI.5.1. TIDAK ADA SUATU KUASAPUN DAPAT MEMISAHKAN ORANG PERCAYA DARI KASIH KRISTUS.

VI.5.2. MASADEPAN SUDAH DIALAMI PADA MASAKINI

VI.5.3. SEKARANGPUN ORANG PERCAYA SUDAH HIDUP DALAM PENGHARAPAN

 
 
 
ALENIA VI
Bahwa Roh Kudus yang adalah Roh masa depan menyadarkan orang percaya pada panggilan-Nya menjaga keutuhan dari bangsa dan negara 1) untuk mengisi kurun waktu menjelang masa depan yang pasti 2) itu dengan sikap, tindakan dan karya yang menghadirkan keadilan dan kebenaran berdasarkan kasih serta pemulihan 3) pemenuhan janji Allah akan langit baru dan bumi baru .
 
 
     
Design By Agiz Yuroskha Leonard