Home
  Sambutan
  Sejarah
  Profil
  Pemahaman Iman
  Laporan Dana
  Contact Us
 
   
 
 
 
 
 
 
Penjelasan Pemahaman Iman
>> Keselamatan
>> Gereja
>> Manusia
>> Alam dan Sumber Daya
>> Negara dan Bangsa
>> Masa Depan
>> Firman Allah
 
 
     
 

PENJELASAN – PENJELASAN

TENTANG

PEMAHAMAN IMAN

 
     
 

V

NEGARA dan BANGSA

     
 
 
ALENIA I
Bahwa Allah, sebagai Sumber Kuasa, memberikan kuasa kepada pemerintah bangsa-bangsa guna mendatangkan keadilan dan kesejahteraan , memelihara ketertiban serta mencegah dan meniadakan kekacauan dan kejahatan 1). Dengan demikian sebagai hamba Allah 2) , setiap pemerintah wajib mempertanggung jawabkan kuasa tersebut kepada Allah .

 

V.1.1. HAMBA ALLAH

Kesaksian Kitab Suci : Roma 13 : 4

 
 
 
ALENIA II
Bahwa pemerintah dan negara menjalankan kuasa dan wewenang di bawah terang Tuhan Yesus Kristus, yang berfirman: “berilah kepada kaisar apa yang kaisar punya dan kepada Allah apa yang Allah punya1) Dengan demikian pemerintah dan negara mempunyai otonomi 2), tetapi otonomi ini tidak dapat mengatasi otonomi Gereja sebagai tubuh Kristus. Oleh karena kaisar berada di bawah Allah .

 

V.2.1. BERILAH KEPADA KAISAR APA YANG KAISAR PUNYA DAN KEPADA ALLAH APA YANG ALLAH PUNYA

Kesaksian Kitab Suci : Mat. 22:21; Mrk. 12:17; Luk.20:25

 
 
 
ALENIA III
Bahwa kuasa yang diberikan kepada pemerintah itu dapat disalahgunakan karena dijadikan sebagai tujuan, hingga timbul kelaliman, kejahatan dan keresahan 1). Jika terjadi demikian maka sebagai Hakim dan Raja 2) Tuhan Yesus Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah 3) akan menghakimi pemerintah pemerintah dan penguasa 4) .

 

V.3.1. KELALIMAN, KEJAHATAN DAN KERESAHAN

Kesaksian Kitab Suci :

V.3.2. HAKIM DAN RAJA

Kesaksian Kitab Suci :

V.3.3. YANG DUDUK DI SEBELAH KANAN ALLAH

Kesaksian Kitab Suci :

 
 
 
ALENIA IV
Bahwa Roh Kudus yang adalah Roh keberanian akan menolong orang percaya untuk lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia 1). Seperti yang telah disaksikan oleh para Rasul ; oleh karena itu Gereja terpanggil memper-dengarkan suara kenabian 2) terhadap masalah negara, bangsa, dan masyarakat .

 

V.4.1. ROH KEBERANIAN YANG MENOLONG ORANG PERCAYA UNTUK LEBIH TAAT KEPADA ALLAH DARIPADA KEPADA PEMERINTAH

Kesaksian Kitab Suci :

V.4.2. SUARA KENABIAN

 
 
 
ALENIA V
Bahwa berdasarkan tuntunan Roh Kudus, warga jemaat yang adalah sekaligus warga negara wajib menaati undang-undang dan penjabarannya yang telah menjadi ketetapan bersama 1), namun ia wajib memberi saran-saran perbaikan secara kritis dan konstruktif lewat saluran saluran pengawasan demi keadilan dan kesejahteraan bangsa 2) .

 

V.5.1. WAJIB MENAATI UNDANG-UNDANG DAN PENJA-BARANNYA YANG TELAH MENJADI KETETAPAN BERSAMA.

Kesaksian Kitab Suci :

V.5.2. MEMBERI SARAN-SARAN PERBAIKAN SECARA KRISTIS DAN KONSTRUKTIF LEWAT SALURAN-SALURAN PENGAWASAN DEMI KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN BANGSA

Kesaksian Kitab Suci :

 
 
 
ALENIA VI
Bahwa berdasarkan tuntunan Roh Kudus, warga jemaat yang adalah sekaligus warga negara 1) perlu membina rasa kebersamaan sebagai satu bangsa 2) yaitu Indonesia, membangun saling pengertian dan toleransi dalam rangka menghayati kerukunan 3) nasional, dan meng-galang kemajuan bersama 4) bagi rakyat Indonesia .

 

V.6.1. MEMBANGUN SALING PENGERTIAN DAN TOLERANSI DALAM RANGKA MENGHAYATI KERUKUNAN NASIO-NAL. DAN MENGGALANG KEMAJUAN BERSAMA.

Kesaksian Kitab Suci :

 
 
 
ALENIA VII
Bahwa berdasarkan tuntunan Roh Kudus, warga jemaat yang adalah sekaligus warga negara, di dalam kehidupan bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat, perlu membangun rasa persatuan dan kesatuan 1) yang tidak merusak kebhinekaan dan kesetaraan 2) yang telah menjadi bagian dari masyarakat warga ( civil -society ), di mana hak – hak asasi manusia dijunjung tinggi 3) .

 

V.7.1. DWI KEWARGANEGARAAN

Kesaksian Kitab Suci :

Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia ,... peliharalah mereka di dalam nama-Mu... Aku tidak me-minta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya engkau melindungi mereka dari pada yang jahat(II Tes. 1:5) . Mere- ka bukan dari dunia ini , sama seperti Aku bukan dari dunia ini . (Yoh.17: 11, 15, 16)

PEMAHAMAN GEREJA

  • Pada saat seseorang mengakui imannya dengan nyata-nyata, Rohkudus memeteraikan kita (Efs. 1:13-15) sebagai warga Kerajaan Allah (Flp. 3:20). Hal itu didasarkan atas kepercayaan Gereja dan orang-orang percaya kepada Allah dalam nama Yesus Kristus.
  • Akan tetapi orang percaya dan Gereja “ masih berada di dalam dunia (Yoh. 17:11) untuk melanjutkan pekerjaan Allah oleh panggilan dan pengutusan Yesus Kristus. Kita, orang percaya dan Gereja, hidup dalam konteks masyarakat di mana kita dilahirkan. Allah menghendaki dan merencanakan kita dilahirkan di Indonesia, agar maksud dan tujuan penyelamatan dalam diwujudkan.
  • Hal itu berarti bahwa kewarga negaraan lahiriah adalah anugerah Allah kepada Gereja dan orang percaya di Indonesia. Sama seperti Yesus Kristus “menjadi manusia” dan memakai kewargaan Israel, demikian pun orang percaya dan Gereja di segala tempat ditakdirkan demikian. Oleh karena itu, orang percaya dan gereja wajib mengormati dan menjunjung tinggi kewargaan lahiriah yang melekat pada dirinya dengan melakukan pekerjaan baik “menurut kehendak Allah” (I Petr.3:17). Dengan cara demikian TUHAN Allah yang menyela-matkan, Yesus Kristus yang mengutus dan Rohkudus yang memimpin semua orang percaya di dalam Gereja akan dimuliakan di bumi dan di surga.
  • Kita berkarya sebagai Warga Negara Indonesia beragama Kristen demi keselamatan bangsa dalam arti yang seluas-luasnya berdasarkan kasih dengan men-jujung tinggi kesetaraan dan kesederajatan martabat manusia. Pekerjaan itu kita lakukan sambil menntikan pengangkatan kita sebagai anak-anak Allah, ahli waris Kerajaan surga (Rom.8:19-23)

Jadi jelaslah bahwa kewargaan surgawi dihadirkan di dalam dan melalui keberadaan sebagai warga negara Indonesia. Dengan cara inilah kita disebut “ surat Kristus yang terbuka ” dan “ pelayan perjanjian (II Kor. 3:3,6)

V.7.2 KEBINEKAAN DAN KESETARAAN

1.

Pada dasarnya makhluk ciptaan Allah itu beragam ( binekha ). Tidak beragam dan tidak seragam. Manusia ciptaan-Nya pun beragam. Keberagaman itu bukan hanya dikarenakan ras, budaya, idiologi, keyakinan agamawi dan aliran kepercayaan politik dan sebagainya; akan tetapi keberagaman itu juga bersifat kodrati berdasarkan penciptaannya.

Keberadaan yang beragam itu harus diakui dan dihormati. Ia harus ditempatkan secara layak, dan dikelola secara baik; sehingga menjadi kekuatan yang produktif.

Akan tetapi Kitab Suci menyaksikan, bahwa karena dosa manusia saling menindas dan memaksakan kehendaknya kepada yang dikuasainya. Allah tidak menghendaki keadaaan semacam itu.

Kehadiran-Nya dalam Yesus Kristus bertujuan untuk memelihara memberdayakan keragaman secara baik dan benar. Dia menghendaki keragaman itu bergunsi bagi peningkatan kualitas hidup manusia. Penyelamatan yang dilakukan-Nya pun bermaksud menghidupkan dan melindungi keragaman.

Rasul Paulus menganjurkan orang-orang percaya menjadi pelopor terkait dengan hal ini. Katanya : “ Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena semuanya satu di dalam Kristus Yesus ” (Gal. 3:28)

   
2.

TUHAN adalah Allah semua orang. Ia menciptakan manusia itu sepadan (setara). Dia menjamin kesamaan dan memelihara perbedaan dengan kasih-sayang-Nya. Hal itu tampak pada umat-Nya, Israel. Israel tidak bersifat tunggal. Israel terdiri dari berbagai suku-bangsa, malahan di dalamnya terdapat orang asing, seperti Rahab orang Yerikho, penduduk asli Kanaan. Isteri Musa pun bukan bangsa Israel. Perempuan itu adalah anak Imam Yithro dari Midian. Tetapi ia menerima perlakuan yang sama, ketika ia menyatu dengan bangsa Israel.

Oleh karena itu, TUHAN Allah memberikan hukum (perintah) kepada orang Israel untuk melindungi orang-orang asing yang tinggal di dalam wilayahnya (Kel.22:21; 23:9Im. 19:33-34; Ul. 24:17-18; 27:19).

   
3.

KEBINEKAAN DAN KESETARAAN ANTAR BANGSA

Kesetaraan dan kebinekaan tidak hanya dilihat dalam hubungan manusia dengan manusia, akan tetapi juga harus dilihat dalam hubungan antar bangsa-bangsa. Gereja peduli dan mendorong semua orang percaya untuk melindungi hak dan kebebasan semua manusia dari seluruh bangsa yang berdomisili di Indonesia.

Hal itu juga berarti Gereja dan orang percaya mengakui dan menghargai kesamaan hak dan kedudukan semua bangsa. Israel pun diingatkan Allah, bahwa mereka tidak berbeda dengan bangsa lain. Allah menciptakan semua manusia yang berdiam dalam bangsa-bangsa. Nabi Amos menyampaikan firman TUHAN :

NASKAH

“Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku , hai orang Israel ? Bukankah Aku menuntun orang Israel keluar dari Mesir , orang Filistin dari Kaftor dan orang Aram dari Kir ?” (Amos 9:7)

Jika demikian Firman TUHAN, maka, apapun warna kulit, bahasa, ras dan sebagainya, seluruh manusia adalah sama dan setara kedudukannya di hadapan TUHAN Allah, Penciptanya.

Dengan demikian Gereja diutus ke dalam dunia (konteks misinya) untuk menjadi contoh di mana kebinekaan dihormati dan dilindungi serta kesetaraan dujujung tinggi di dalam dirinya.

 
 
     
Design By Agiz Yuroskha Leonard