Home
  Sambutan
  Sejarah
  Profil
  Pemahaman Iman
  Laporan Dana
  Contact Us
 
   
 
 
 
 
     
  SEJARAH GPIB JEMAAT "BUKIT ZAITUN" SURABAYA  
     
 

Adanya Jemaat GPIB ini, asalnya dari GPIB Jemaat "Eben Haezer di Jl. Taman Bintoro No. 6 Surabaya . Mengingat pesat dan desakan kesaksian, tentang panggilan Gereja maka Majelis Jemaat "Eben Haezer" Surabaya, dengan suratnya kepada Majelis Sinode GPIB di Jakarta, 20 Maret 1980, No. 0631EH/80 mengusulkan pendewasaan Jemaat di dalam daerah lingkungan GPIB "Eben Haezer" di Surabaya.

Maka atas kuasa dan kemurahan Tuhan Yesus Kristus selaku Kepala Gereja itu, Majelis Sinode GPIB dengan memperhatikan hasil rapatnya 15 Maret 1980 dan 3 April 1980, menimbang bahwa secara asas tidak berkeberatan demi peningkatan pelayanan, sehingga dengan memperhatikan

  1. Tata Gereja GPIB, Bab I Pasal 11 dan 2 ;
  2. Ordinasi No. 4 Bab I Pasal 1 ayat 2 ;
  3. Ordinasi No. 2 Pasal 4 ayat I dan 7 .

Memutuskan dan menetapkan SK Majelis Sinode GPIB 5 April 1980 No. 607/80/MS.XII/Kpts, terhitung mulai 6 April 1980 mendewasakan / melembagakan bagian Jemaat, yang tergabung dalam Sektor Pelayanan Getsemani dan Efrata, dari GPIB Jemaat "Eben Haezer" di Surabaya, dengan nama GPIB Jemaat "Bukit Zaitun" Surabaya di Surabaya, yang dipimpin oleh Majelis Jemaatnya sesuai dengan Ordinasi No. 4 Bab V Pasal 11 ayat 7.

Adapun wilayah pelayanan GPIB Jemaat "Bukit Zaitun" Surabaya, meliputi bekas Wilayah Sektor Pelayanan Getsemani dan Efrata yang terbatas

a. Sebelah Utara dengan GPIB Jemaat "Maranatha' Surabaya

b. Sebelah Selatan dengan GPIB Jemaat"Eben Haezer" Surabaya

c. Sebelah Barat dengan GPIB Jemaat "Eben Haezer" Surabaya

d. Sebelah Timur terbuka (waktu itu )

Bahwa sesuai dengan SK Majelis Sinode GPIB tersebut diatas Pejabat Gereja (Penatua dan Diaken ) saat itu sebagai berikut :

a. Sebagai Penatua   b. Sebagai Diaken
  1. Sdr. Soehartojo Sosroprajitno, BA     1. Sdr. J. Reawaruw
  2. Sdr. W. Petta, BSc     2. Sdr. Abdul Saragih
  3. Sdr. Prajitno     3. Ny. S. Karamoy-Tangkere
  4. Sdr. J. Butar-Butar     4. Sdri. E.L.M. Rehatta
  5. Sdr. J.B. Hermanus     5. Sdr. Th. Hillep
  6. Sdr. H.T. Sumampouw     6. Ny. Maruanaya-Siahaya
  7. Ny. J.E.J. Najoan-Tide     7. Ny. N.S. Lendo-Kotambunan
  8. Sdr. A.F. Pattiselanno        

Sebagai Pendeta pada saat itu adalah Pdt. J.D. Sihite

Dengan mendesak dan berkembangnya Jemaat, maka Sektor Pelayanan semula dibagi atas Sektor Pelayanan l, II, dan III, kemudian ditingkatkan menjadi Sektor Pelayanan I, II, III, IV dan V(sampai ke Rungkut).

GPIB Jemaat "GENTA KASIH"

Khusus di Sektor Pelayanan V, rumah Bapak Diaken H.C. Mewengkang di pakai sebagai tempat Ibadah setiap hari Minggu. Atas kemurahan dan berkat Tuhan, maka Jemaat dapat membangun sebuah Gedung Gereja benama Genta Kasih di Rungkut Lor, hasil doa dan partisipasi swadaya Jemaat dan ketekunan yang tinggi secara bahu membahu, maka pada 25 Oktober 1987, diresmikan oleh Walikotamadya Surabaya Bapak Dr. Poernomokasidi (nama Gereja Genta Kasih diusulkan oleh Pendeta R.A. Tendean, SmTh. )

Bahwa berjalan begitu cepat, maka Jemaat di Sektor Pelayanan daerah Rungkut atas kehendak Tuhan, telah dilembagakan dengan nama GPIB Jemaat "Genta Kasih" Surabaya, 29 Juli 1990 berdasarkan SK Majelis Sinode GPIB 11 Juli 1990 No. 2538/MS.XIV/Kpts.

Bahwa atas dasar kasih, kuasa dan kemurahan Tuhan, kegiatan Pelayanan berkembang terus dengan hasil dibangunnya sebuah rumah Tuhan, di kompleks Perumahan Wisma Mukti dengan nama Gereja Wisma Mukti Surabaya Jln. Klampis Anom XIII di Surabaya, di Wilayah Sektor Pelayanan IV. Gereja tersebut telah diresmikan 1 Nopember 1998 oleh Walikotamadya K.D.H. Tk. II Surabaya yang diwakili oleh Drs. H. Wardji dan ditahbiskan oleh Ketua Umum Majelis Sinode GPIB, Pendeta O.E.Ch. Wuwungan, DTh. Perlu diketahui bahwa untuk memperoleh tanah dan I.M.B. tidak semudah yang kita pikirkan, namun patut disyukuri bahwa Tuhan ikut bekerja dan membangun segala perkara.

Setelah Pelembagaan Jemaat GPIB Genta Kasih Surabaya, maka Jemaat "Bukit Zaitun" Surabaya mencatat beberapa hal-hal sebagai berikut :

1. Sektor Pelayanan terdiri atas Sektor Pelayanan I, 11, 111 dan IV

2.Jumlah Jemaat (angka sementara) 357 KK, sebanyak 1245 jiwa

             
  - Sektor Pelayanan I : 62 KK ; 208 jiwa
  - Sektor Pelayanan II : 62 KK  ; 198 jiwa
  - Sektor Pelayanan III : 122 KK ; 410jiwa
  - Sektor Pelayanan IV : 111 KK  ; 429 jiwa

3. Rumah Ibadah / Gedung Gereja 3 buah gedung :

  - Gereja Efrata di JI. Ngagel Mulyo I/ 6 Surabaya, 150 Jemaat
  - Gereja Getsemani di JI. Pucang Anom Timur 111/27 Surabaya, 300 Jemaat
  - Gereja Wisma Mukti di JI. Klampis Anom XIII Surabaya, 550 Jemaat

4. Rumah Pendeta / Pastori 1 buah di JI. Pucang Anom.

 GPIB Jemaat "EFRATA"

Dengan Kasih Kuasa Tuhan Yesus Kristus, maka pelayanan GPIB "Bukit Zaitun" Surabaya semakin berkembang luas, khususnya pada sektor pelayanan III yang banyak mempergunakan Gedung Gereja Efrata.

Selanjutnya dengan mempertimbangkan perkembangan persekutuan, pelayanan-kesaksian, jumlah warga jemaat, sarana Ibadah. serta adanya Penatua dan Diaken selaku anggota Majelis Jemaat di Sektor Pelayanan III, maka pada tanggal 1 April 2003 Majelis Sinode GPIB melalui surat no: 2623/03/MS.XVII/Kpts Menetapkan Pelembagaan Sektor Pelayanann III Jemaat GPIB "Bukit Zaitun" Surabaya menjadi JEMAAT GPIB KE 254 DENGAN NAMA JEMAAT GPIB "EFRATA" SURABAYA. 

Surat Keputusan Majelis Sinode ini ditandatangani oleh Ketua II Pdt J.D. SIHITE, MA dan Sekretaris Umum Pdt C. Wairata, M.Th

Sebagai Pendeta pertama diangkat Pdt Ny.S.C Daud-Tando.SmTh, SPd


Gedung Serbaguna "Wisma Mukti"

Semangat untuk terus meningkatkan Pelayanan dan Kesaksian, maka Jemaat GPIB "Bukit Zaitun" Surabaya merasa perlu untuk menambah ruang pelayanan, khususnya untuk tempat Pelayanan Anak dan Kegiatan-kegiatan lain diluar Peribadatan. Dengan rasa persaudaraan dan kesadaran yang tinggi, maka Jemaat ini berhasil membangun suatu Gedung Serbaguna yang berlokasi di Halaman Gedung Gereja Wisma Mukti, dan diresmikan pada tanggal 11 April 2004 oleh Alm. Pdt. Freddy Suwu, S.Th.


Anak Manusia Datang Bukan Untuk Dilayani, Melainkan melayani, maka marilah dengan potensi Iman ini, kita tingkatkan peran pelayanan, kesaksian dan persekutuan demi kemuliaan nama Tuhan, Bapa Kepala Sejarah Gereja, Yesus Kristus. Terpujilah Tuhan.

Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita semua dan terima kasih atas segala karya kasih Tuhan atas sajian tulisan sejarah ini.

 
Teriring Salam dan Doa
 
Surabaya, 24 APril 2011
 
     
Design By Agiz Yuroskha Leonard